Menjadi Atasan yang Berwibawa
Menjadi Atasan yang Berwibawa

15 Tips Menjadi Atasan yang Berwibawa

Posted on

Untuk menjadi seorang atasan yang berwibawa tentu bukanlah hal mudah. Hal ini karena seorang atasan harus dapat dijadikan panutan oleh bawahan.

Dengan menjadi atasan, bukan berarti Anda bisa sesuka hati memerintah dan mengambil keputusan tanpa memikirkan pendapat bawahan.

Agar menjadi seorang pemimpin atau atasan yang berwibawa, berikut 12 tips yang dapat dilakukan.

Contohin Perilaku yang Baik untuk Bawahan

Tips untuk menjadi atasan yang berwibawa yaitu dengan menjadi contoh yang baik bagi bawahan.

Seorang atasan, sudah sepatutnya memberikan contoh yang baik kepada bawahannya. Hal ini bertujuan agar Anda menjadi atasan yang disukai dan berwibawa di mata karyawan.

Terdapat berbagai contoh yang harus Anda berikan untuk bawahan, 2 diantaranya yaitu disiplin waktu dan menaati semua peraturan perusahaan.

Usahain Datang Tepat Waktu

Datang tepat waktu merupakan salah satu tips agar menjadi atasan yang berwibawa dan jadi panutan.

Meski terdengar sederhana, namun bila konsisten dilakukan maka Anda akan dianggap sebagai atasan yang disiplin, sehingga akan membuat bawahan segan kepada Anda.

Usahakan untuk selalu datang tepat waktu ketika mulai jam kantor, dan tepat waktu ketika selesai jam kantor.

Selain tepat waktu saat akan mulai atau mengakhiri pekerjaan, Anda juga harus tepat waktu saat diadakan rapat mendadak.

Bila Anda sering tidak datang tepat waktu, tentu dapat membuat bawahan menjadi tidak respek kepada Anda.

Selain itu, karyawan juga akan mencontoh kebiasaan Anda yang tidak disiplin waktu.

Sebagai seorang atasan, Anda harus dapat menjadi contoh yang baik bagi bawahan, salah satunya dapat mengatur waktu dengan baik dalam bekerja.

Reward VS Punishment

Sebagai seorang atasan, tentu Anda harus adil dalam memberi penilaian kepada bawahan. Misalnya saat akan memberi penilaian kepada bawahan yang rajin dengan yang malas.

Berikan penilaian yang adil dengan memberikan reward kepada bawahan yang rajin, serta berikan punishment kepada bawahan yang malas.

Hal ini bertujuan agar semakin memotivasi bawahan yang malas bekerja agar menjadi semangat untuk mendapatkan reward dari atasan.

Jangan Gunain SARA di Tempat Kerja

Tips menjadi atasan yang berwibawa selanjutnya yaitu dengan tidak membawa SARA di tempat kerja.

Dengan membedakan suku, agama, dan ras, di tempat kerja, tentu dapat membuat bawahan tersinggung sehingga akan memberikan perlawanan kepada Anda.

Bersikaplah profesional dalam lingkungan kerja dengan tidak membawa SARA, sehingga bawahan akan menghormati Anda.

Sering Lakuin Interaksi dengan Bawahan

Meski memiliki jabatan sebagai atasan, namun jangan hanya diam di ruangan Anda.

Jika Anda memiliki waktu luang atau saat makan siang, Anda dapat gunakan waktu tersebut untuk berinteraksi dengan bawahan dari segala posisi.

Buatlah obrolan ringan yang membuat bawahan menjadi nyaman saat ngobrol dengan Anda. Anda dapat membicarakan terkait pekerjaan maupun luar pekerjaan.

Hal ini dapat membuat hubungan yang baik antara atasan dengan bawahan. Selain itu, berinteraksi dengan bawahan juga dapat membuat bawahan lebih menghormati Anda.

Kembangin Budaya Continuous Improvement

Seorang atasan harus selalu mengembangkan budaya continuous improvement (perbaikan terus menerus).

Perbaikan terus menerus bertujuan untuk memotivasi bawahan agar selalu meningkatkan performa dalam bekerja seperti dalam meningkatkan produk maupun memberi pelayanan.

Terdapat 7 langkah dalam mengembangkan budaya continuous improvement (perbaikan terus menerus), yaitu sebagai berikut.

Pertama, komunikasikan ekspetasi Anda kepada bawahan. Komunikasi sangat penting dilakukan antara atasan dan bawahan, sehingga dapat mencapai hasil kinerja lebih maksimal.

Kedua, memberi informasi dan pelatihan kepada bawahan. Ketiga yaitu menilai pengetahuan dan keterampilan.

Keempat, menjelaskan kepada bawahan bahwa mereka itu penting. Hal ini tentu dapat membuat bawahan semakin menghormati Anda karena Anda juga menghargai mereka.

Kelima, berikan dorongan kepada bawahan. Anda dapat memberikan motivasi yang dapat membuat bawahan semakin bersemangat menyelesaikan pekerjaan.

Selain itu, melalui motivasi yang diberikan kepada bawahan dapat membuat bawahan bekerja lebih rajin, sehingga dapat mencapai target sesuai keinginan perusahaan.

Ketujuh, tunjukkan konsistensi Anda. Terakhir, berikan kesempatan untuk eksperimen dan kesalahan.

Setiap karyawan tentu tidak luput dari kesalahan, begitu pula Anda sebagai atasan.

Dengan memberikan kesempatan kepada bawahan untuk belajar dari kesalahan, dapat membuat bawahan semakin berhati-hati dalam mengambil langkah.

Selain itu, berikan kesempatan kepada karyawan juga dapat membuatnya belajar dan berkembang lebih baik.

Coaching Bawahan yang Membutuhkan

Sebagai seorang atasan, tentu Anda harus dapat membimbing bawahan agar bekerja dengan lebih baik.

Saat ada bawahan yang tidak melaksanakan kerja seperti harapan, Anda harus dapat membimbingnya dalam melaksanakan tugas dan mencapai target.

Terdapat 4 tips dalam membimbing karyawan yang performa kinerja mulai menurun, yaitu dengan menjelaskan, mengonfirmasikan, melibatkan, dan menghargai.

Keempat tips tersebut harus Anda lakukan saat membimbing bawahan agar dapat bekerja sesuai keinginan Anda.

Jalanin Aturan Perusahaan Secara Konsisten

Tips menjadi atasan yang berwibawa selanjutnya yaitu dengan menjalankan setiap peraturan perusahaan secara konsisten.

Setiap perusahaan tentu memiliki sistem berupa aturan yang harus dipatuhi semua karyawan. Sebagai atasan, tentu Anda harus menjalankan peraturan perusahaan secara konsisten.

Setiap keputusan yang Anda buat juga harus sejalan dengan peraturan perusahaan. Salah satu contohnya bila ada bawahan Anda yang tidak masuk kerja selama 3 hari berturut-turut.

Anda dapat melakukan kebijakan sesuai peraturan perusahaan, seperti memberikan surat peringatan kepada karyawan tersebut.

Tidak peduli karyawan tersebut junior atau senior, Anda harus menjalankan perintah sesuai aturan yang berlaku di perusahaan.

Selain dapat memberikan efek jera kepada bawahan, Anda juga telah berlaku sebagai atasan yang adil dan berwibawa.

Selalu Mengontrol Perkembangan Kerja Karyawan

Sebagai atasan, tentu Anda memiliki target yang harus dicapai dalam satu bulan. Agar dapat mencapai target, tentu Anda harus selalu mengontrol perkembangannya.

Bentuk pengontrolan dapat dilakukan dengan mengadakan rapat mingguan maupun rapat bulanan.

Saat mengadakan rapat, mintalah bukti kepada bawahan sesuai dengan tanggung jawab yang Anda berikan.

Selain itu, jangan mudah percaya apabila bawahan mengatakan bahwa semua pekerjaan baik-baik saja.

Anda harus selalu melakukan cek secara bertahap untuk mengetahui proses dalam mencapai target.

Jika tidak dapat mencapai target, segera lakukan evaluasi dan temukan solusi dengan menentukan langkah yang harus dilakukan agar target bulanan dapat tercapai.

Perhatiin Keterampilan Teknis

Keterampilan teknis sangat diperlukan agar Anda tidak mudah dikelabui oleh bawahan.

Meski Anda memiliki banyak ilmu majerial, namun Anda juga harus sering mengasah keterampilan Anda.

Dengan mengasah keterampilan teknis, tentu membuat Anda tidak akan dikelabui oleh bawahan.

Untuk mengasah keterampilan teknis, Anda dapat melakukannya dua kali dalam sebulan.

Misalnya dengan terjun ke lapangan untuk melihat secara langsung kinerja dan kendala di lapangan.

Selain tidak mudah dikelabui bawahan, memiliki keterampilan teknis juga semakin membuat Anda terlihat berwibawa di mata bawahan.

Usahain Datang di Acara yang Diselenggarakan Bawahan

Tips menjadi atasan yang berwibawa selanjutnya yaitu dengan aktif mengikuti acara yang diselenggarakan oleh bawahan.

Perlu diingat bahwa Anda hanya menjadi atasan saat di kantor saja. Namun saat di luar kantor, Anda sama dengan bawahan Anda.

Maka dari itu, jangan menutup diri dengan acara yang diselenggarakan oleh bawahan. Misalnya seperti acara akikah anak, pernikahan, dan lain sebagainya.

Saat bawahan mengundang Anda dalam acara yang diselenggarakan, sebaiknya Anda luangkan waktu untuk datang ke acara tersebut.

Dengan selalu aktif di acara yang diselenggarakan bawahan, tentu semakin membuat hubungan Anda dengan bawahan menjadi baik.

Hindari Kebiasaan Buruk

Sebagai seorang atasan, tentu Anda harus memberi contoh yang baik kepada bawahan, termasuk mencontohkan perilaku baik.

Apabila Anda ingin menjadi atasan yang berwibawa, maka Anda harus menghindari kebiasaan buruk yang berdampak pada kewibawaan Anda.

Salah satu contoh kebiasaan buruk yang umum dilakukan oleh atasan yaitu pergi ke diskotek dengan bawahan.

Kebiasaan buruk tentu dapat dicontoh oleh bawahan. Selain itu dengan tidak memperhatikan setiap tindakan, tentu dapat merugikan diri sendiri.

Usahakan untuk menghentikan kebiasaan buruk dengan cara menyibukkan diri dengan kebiasaan baik.

Dengan menghentikan kebiasaan buruk, tentu akan membiasakan Anda untuk melakukan hal baik. Sikap dan perilaku yang baik juga membuat bawahan semakin menghormati Anda.

Jangan Menerima Suap

Suap merupakan salah satu hal yang dapat merugikan diri Anda suatu saat nanti. Sebagai atasan tentu Anda memiliki proyek yang berhubungan dengan pihak luar perusahaan.

Saat bekerja sama, terkadang sebagian perusahaan memberikan suap kepada atasan agar mau bekerja sama dengan perusahaan tersebut.

Sebaiknya Anda tidak menerima suap dari perusahaan lain. Hal ini karena akan ada konflik di kemudian hari yang membuat Anda bisa dipecat dari perusahaan.

Selain itu, seorang atasan harus memberi contoh yang baik kepada bawahan. Maka dari itu, hindari hal yang dapat membuat bawahan tidak bersimpati kepada Anda.

Taat Beribadah

Beriban sdah merupakaalah satu hal yang dapat membuat Anda merasa tenang, sehingga pastikan Anda selalu beribadah.

Meski Anda sibuk dengan rutinitas pekerjaan, namun jangan pernah meninggalkan ibadah. Selain mendapatkan pahala, rajin ibadah juga membuat hati lebih tenang.

Selain itu, saat Anda rajin beribadah tentu dapat menghadapi setiap permasalahan dengan tenang. Karena Anda yakin Tuhan akan memberi jalan untuk setiap permasalahan.

Dengan sikap tenang saat menyelesaikan masalah, tentu membuat Anda terlihat semakin berwibada di mata bawahan.

Jangan Pelit Saat Memberi Gaji

Setiap perusahaan biasanya memiliki batas atas dan batas bawah dari gaji setiap posisi karyawan. Anda dapat mengambil batas atas gaji untuk karyawan yang bekerja dengan baik.

Sebagai atasan, Anda harus dapat memberikan yang terbaik bagi bawahan, terutama dalam gaji.

Jika bawahan bekerja dengan hasil yang bagus, ANda dapat memberinya gaji yang sepadan.

Jangan khawatir dengan manajemen yang Anda lakukan, karena besaran gaji telah ditetapkan oleh perusahaan.

Selain itu, selalu jalin komunikasi dengan karyawan yang mendapat batas atas kenaikan gaji.

Pastikan mereka harus melaksanaan setiap pekerjaan dengan baik, karena Anda telah memberi mereka gaji yang baik pula.

Tentu saja menjadi atasan yang berwibawa bukanlah perkara mudah, karena Anda harus memberikan contoh yang baik di mata karyawan.

Selain itu, menjadi seorang atasan juga harus memiliki kemampuan lebih banyak dibandingkan bawahannya.

Namun, Anda bisa menerapkan 15 cara di atas agar menjadi atasan yang berwibawa dan dihormati karyawan.