rumah adat bali

Rumah Adat Bali: Lengkap Gambar dan Penjelasannya Update 2019

Posted on

Rumah Adat Bali – Pulau Bali adalah salah satu lokasi di Indonesia yang memiliki daya tarik para wisatawan sangat tinggi di antara yang lain. Tidak lain dikenal memiliki eksotisme alam yang luar biasa, daerah tersebut juga memiliki banyak sekali keanekaragaman budaya dan kesenian daerah yag khas.

Masyarakat di sana (Bali) secara umum dianggap mampu mempertahankan berbagai budaya yang telah diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang mereka, meski telah berpuluh-puluh tahun digempur dengan masuknya orang asing terutama para wisatawan yang datang dengan membawa budaya-budaya yang baru tidak berpengaruh.

rumah adat bali

ebagai wujud lestarinya budaya asli Bali ini dapat kita lihat dari desain rumah adat yang memiliki ciri yang khas sendiri. Tidah hanya itu saja, desain rumah adat tersebut juga hampir digunakan oleh semua penduduk Bali pada umum nya. Di antara nya bangunan di Bali yang sangat terkenal yaitu Gapura Candi Bentar yang saat ini telah diresmikan sebagai rumah adat Bali.

Bukan hanya itu, ternyata masih banyak lagi rumah adat di Bali yang kebanyakan orang belum mengetahuinya sampai saat ini. supaya lebih mengenal lebih jauh lagi tentang rumah adat di Bali, kali ini kita akan membahas satu persatu mulai dari strukturnya hingga contoh rumah adat yang terdapat di pulau Bali.

Keunikan

Rumah adat salah satu cerminan dari budaya Bali yang terdapat beberapa nilai-nilai dari agama Hindu. Banyak sekali keunikan yang terdapat pada rumah adat tersebut, mulai dari sisi arsitekturnya maupun makna secara filosofi yang terkandung dalam rumah adat Bali. Nah… supaya lebih jelas lagi kali ini kita akan membahas mengenai keunikan dari bangunan rumah adat di pulau Bali.

Struktur Ruangan Rumah Adat Bali

rumah adat bali

Gapura Bentar namanya yang dimiliki rumah ini sebenarnya berasal dari desain pintu masuknya atau gapura yang diukir dengan sedemikian rupa sehingga tampak menyerupai sebuah candi yang yang pada umumnya. Lawang masuk yang berupa gapura ini memiliki ukuran yang sangat besar dan sengaja dibangun tanpa atap penghubung satupun.

Nah disitu hanya ada 2 buah bangunan candi yang kembar, juga saling berhadapan dan terpisah dalm kondisi. Yang keduanya hanya dihubungkan dengan beberapa anak tangga dan sebuah pagar pintu yang biasanya terbuat dari besi pada umumnya.

Jika dilihat pada bagian dalam pagar tembok (Panyengker), kita dapat melihat bahwa rumah adat Bali memang sarat dengan nilai-nilai agama Hindu. Selain hal tersebut juga terdapat sebuah bangunan suci di depan rumah yang biasanya digunakan untuk beribadah.

Sudah hampir sama dengan gapura, bangunan yang digunakan untuk beribadah yang bernama Sanggah dan Pamejaran tersebut juga dipenuhi dengan ukiran dan ornamen-ornamen khas Bali beserta totem-totem pemujaan yang di yakininya. Pada lokasi tersebut biasanya terdapat sesaji yang diletakan oleh para wanita setiap harinya.

Dengan terdapatnya lokasi untuk beribadah dalam desain tersebut merupakan bukti nyata bahwa kuatnya masyarakat di sana Bali dalam memegang erat falsafah Asta Kosala Kosali. Falsafah merupakan berisi mengatur hidup masyarakat Bali tentang hubungannya dengan Tuhan, hubungannya dengan manusia lain dan hubungannya dengan alam semesta.

Masuk ke bagian dalam rumah adat, kita juga akan mendapati beberapa ruangan yang memiliki fungsinya masing-masing di antaranya, contohnya:

Panginjeng Karang, yakni Ruangan tersebut memiliki fungsi sebagai lokasi untuk memuja yang menjaga pekarangan yang ada.

Bale Manten yakni Ruangan tersebut biasanya digunakan untuk tidur kepala keluarga, anak gadis, dan lokasi untuk menyimpan barang-barang yang di nilai berharga. Tidak hanya itu pada bagian tersebut juga digunakan untuk bagi pasangan yang baru merrid.

Bale Gede atau di sebutt Bale Adat Biasanya lokasi ini sering digunakan untuk upacara lingkaran hidup.
Bale Dauh, Pada ruangan ini biasanya merupakan lokasi untuk bekerja, digelarnya pertemuan dan lokasi untuk tidur anak laki-laki tidak anak perempuan.

Paon, Ruangan di merupakan dapur yang digunakan sebagai lokasi untuk memasak bukan untuk tidur.
Lumbung, Biasanya ruangan dini digunakan sebagai lokasi untuk menyimpan makanan pokok seperti padi dan makanan pokok lainnya yang hasil dari alam.

Material Bangunan

Pada dasarnya material yang digunakan untuk membangun rumah adat ini tidak disamaratakan, karena terdapat pengaruh ekonomi dan strata sosial pemiliknya sendiri. Bagi masyarakat biasa, pada umumnya dinding rumah ini dibangun menggunakan sperti yang terbuat dari tanah liat yang ada di sekitarnya. Sedangkan digolongan bangsawan, biasanya menggunakan tumpukan bata yang di sediakan.

Pada bagian atapnya, pada umumnya terbuat dari genting tanah, alang-alang, ijuk atau sejenisnya yang sesuai dengan kemampuan finansial pemilik rumah tersebut.

Nilai-nilai dalam Rumah Adat Bali

rumah adat bali

Tidak cuma berfungsi sebagai ikon budaya dan lokasi tinggal, ternyata rumah Gapura Candi Bentar ini juga mengandung beberapa nilai filosofis yang menggambarkan kearifan lokal budaya masyarakat pulau Bali. Di dalam pembangunan misalnya, rumah adat ini dibuat melalui serangkaian proses yang lumayan panjang, yaitu mulai dari proses pengukuran tanah, ritual persembahan kurban dan memohon izin kepada leluhur untuk mendirikan rumah, ritual peletakan batu pertama, proses pengerjaan dan kemudian ditutup dengan upacara syukuran setelah rumah tersebut selesai didirikan.

Semua pemujaan tersebut dilakukan dengan harapan agar rumah yang didirikan tersebut dapat memberikan manfaat bagi pemilik tuan rumah. Disamping itu ada juga beberapa aturan lain yang terdapat pada tata letak dan pembagian ruangan pada rumah tersebut. Contoh, di sudut utara dan timur rumah digunakan sebagai lokasi yang disucikan, sedangkan pada bagian sudut barat dan selatan diyakini memiliki tingkat kesucian yang dikatalan rendah.

Dengan demikian, ketika akan masuk pada rumah adat tersebut kita akan menemukan lokasi untuk bersembahyang pada bagian sudut utara dan arah terbitnya matahari. Namun pada sudut rumah sebelah barat dan selatan, kita akan menemukan beberapa lokasi seperti: kamar mandi, penjemuran, dapur dan lain-lain.

Contoh Rumah Adat Bali

Usut demi usut ternayat rumah adat yang ada di Bali ini terbagi menjadi 2 macam. Adat yang lebih jelas lagi, pada bab ini kita akan bahas satu persatu.

Bangunan Gapura Candi Bentar

rumah adat bali

Bangunan ini yang disebut Gapura Candi Bentar dari dulu hingga kini merupakan sebuah rumah adat yang menjadi ciri khas di pulau Bali.

Pada bagian rumah adat tersebut terdapat 2 bangunan candi yang terletak sejajar dan digunakan sebagai pintu masuk utama untuk menuju ke halaman area rumah, biasanya pintu masuk utama juga terdapat di suatu Pura atau lokasi ibadah umat agama Hindu di Bali.

Walaupun bangunan ini terletak terpisah antara satu dengan yang lainnya, gapura ini masih terhubung dengan adanya pagar besi dan sejumlah anak tangga yang terletak bagian bawah.

Tidak cuma bangunan candi,di sekitar gapura juga memiliki julukan Gerbang Terbelah. Didapatkan julukan tersebut karena pada bentuk bangunannya seolah menggambarkan satu bangunan candi yang dibelah menjadi dua bagian.

Rumah Adat Bali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *